Review Buku

Book Review : Keturah and Lord Death

Keturah Reeves adalah gadis desa yang miskin namun berparas cantik. Sementara dua sahabatnya, Greta dan Beatrice, pandai menjahit dan menyanyi, Keturah pandai mendongeng. Tapi kecantikan dan kemampuan Keturah bercerita tidak banyak bermanfaat di desanya yang kecil. Pada suatu hari Keturah mengikuti seekor rusa jantan ke dalam hutan. Tanpa disadari Keturah tersesat. 3 hari kemudian tubuh Keturah semakin melemah. Pada saat itulah Keturah bertemu dengan Kematian. Lord Death terkesan dengan keberanian dan kegigihan Keturah dan menawarinya untuk menunjuk salah satu warga desa untuk menggantikannya mati. Keturah menolak. Lord Death memberi tahu Keturah bahwa desanya dalam waktu dekat akan dilanda wabah mematikan, karena itu tidak masalah siapapun yang ditunjuk Keturah, karena pada akhirnya seluruh warga akan mati juga. Mendengar hal itu Keturah semakin keras menolak mati. Dia ingin memperingatkan seluruh warga desa. Mengandalkan kepandaiannya bercerita, Keturah menantang Lord Death ; dia akan dibiarkan hidup jika berhasil menceritakan cerita cinta paling indah yang pernah ada. Keturah kemudian menceritakan cerita hidupnya ; bahwa dia dibesarkan dan tumbuh dikelilingi cinta. Orang tuanya saling mencintai, Kakek Neneknya saling mencintai, dia mencintai semua warga desa, tapi belum menemukan cinta sejatinya. Keturah membujuk Lord Death untuk memberinya waktu satu hari agar dia bisa menemukan cinta sejatinya, sehingga Keturah bisa menceritakan akhir dari cerita cintanya. Keturah mendapatkan satu harinya. Keesokan harinya Keturah langsung menemui Soor Lily, dukun desa, untuk mendapatkan jimat yang bisa memberi petunjuk siapa cinta sejatinya. Soor Lily memberi Keturah sebuah mata ajaib yang akan berhenti bergerak jika Keturah melihat cinta sejatinya, dengan syarat Keturah harus membujuk Lord Death untuk tidak mengambil nyawa putranya. Di desa kecil itu terdapat beberapa pria lajang yang bisa menjadi calon cinta sejati Keturah ; Tailor, duda penjahit desa yang disukai Greta, Choirmaster, pemimpin paduan suara gereja yang disukai Beatrice, Ben yang terikat tradisi keluarga hanya boleh menikahi wanita yang memenangi kontes memasak pada pekan raya desa, dan John, putra tuan tanah yang hanya boleh menikahi wanita yang sederajat dengannya. Keturah yakin Ben adalah jodohnya, tapi jimat matanya tidak berhenti saat melihat Ben. Keturah berpikir bahwa jika dia berhasil memenangkan kontes pai terbaik maka dia dan Ben akan saling jatuh cinta. Tapi masalahnya Keturah hanya memiliki waktu 1 hari. Sementara dia harus mencari cara untuk meyakinkan tuan tanah agar memperbaiki desa demi menghindari wabah.

 

Suka dengan endingnya. Happy End tapi ga happy – happy banget. Lord Death juga ga kaya stereotip karakter supernatural yang ada di novel YA. Kurangnya ; banyak plot hole, tapi bisa diabaikan karena gaya penceritaan novel ini mirip dongeng jaman dulu (yang emang biasanya banyak plothole)

goodreads >> klik disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s