Story

The Frog & The Merchant’s Step Daughter : Chapter 02

Odievu Market adalah pusat perdangangan di Enderrues, seperti umumnya pasar dikerajaan lain, tempat ini juga dipenuhi oleh stal, kios, toko, orang – orang dan kereta pengangkut barang yang hilir mudik sepanjang hari. Bahkan pada malam hari, jalanannya masih hidup dengan aktifitas dagang. Di tempat ini beberapa keluarga saudagar besar bermukim. Mereka membangun rumah yang juga digunakan sebagai toko dan kantor dagang. Semakin dekat dengan tempat usaha semakin cepat keuntungan datang, prinsip para saudagar tersebut.

Salah satunya adalah Rasmus. Rasmus bukan saudagar terkaya di Enderrues, tapi dialah yang paling beruntung, begitu kata orang – orang. Lima tahun yang lalu istri Ramus meninggal karena sakit. Tahun berikutnya Rasmus kembali menikah. Dari perjalanannya ke seberang lautan, pria itu membawa pulang seorang istri cantik berwajah angkuh yang menguasai beberapa bahasa. Keeksotisan negeri asal istri barunya itu sudah cukup untuk membuat orang berbondong – bondong mendatangi toko nya (yangmana sebenarnya cukup berlebihan karena walaupun berasal dari negeri jauh, istri baru Rasmus berparas seperti orang Enderrues juga). Tentu saja orang tidak bisa berkunjung hanya untuk melihat istri si pemilik toko, paling tidak mereka akan membeli sekarung kentang atau segulung kain sebagai alibi.

Tahun lalu kepopuleran Rasmus kembali menanjak semenjak putri dari istri pertamanya, yang selama ini selalu bersembunyi di dalam rumah, mulai menampakkan batang hidungnya. Gadis muda itu sesekali terlihat memeriksa kotak surat saat ayahnya bepergian, atau sekedar menatap jalanan dari jendela lantai dua rumahnya. Tapi hal itu sudah cukup untuk membuat orang – orang yang penasaran berdatangan. Para pemuda ingin mengajak gadis itu berkenalan dan para ibu ingin memperkenalkan gadis itu pada putra mereka. Kecantikan paras gadis itu bahkan dibuat menjadi lagu yang dinyanyikan para minstrel disepanjang jalan Odievu Market. Kabar akan keindahan paras putri Rasmus sampai ke lingkungan istana, tidak terkecuali Selig. Tetapi Selig sebagai murid penyihir Bartholomew yang rajin, tidak terlalu tertarik pada berita tersebut. Setali dua uang dengan Pangeran Quentin yang arogan, mereka masih menganggap tidak ada wanita yang lebih mempesona daripada istri kedua sang Raja. Berbeda dengan Pangeran Abel, yang tentu saja tidak terpengaruh dengan pesona ibunya. Pangeran Abel mengumpulkan gosip – gosip yang menarik mengenai gadis misterius tersebut. Dari sesekali mencuri dengar percakapan Pangeran Abel dan teman – temannya (yang kalau sedang berkumpul selalu menimbulkan kericuhan) itulah Selig mengenal anak gadis Rasmus, Rosamund, dan hal – hal lain mengenai dirinya. Gadis muda pemalu (dari kenyataan bahwa Rosamund jarang terlihat) yang ditinggal mati ibunya dan mendapat ibu baru (dan seorang saudari tiri) serta sering ditinggal ayahnya bepergian adalah sasaran mudah bagi bujukan – bujukan manis, pikir Selig girang. Cerita lama, lagu baru. Gadis itu pasti ditekan oleh ibu dan saudari tiri yang ingin menguasai perhatian dan harta si ayah. Kecendrungan gadis seperti itu untuk memimpikan hal – hal magis yang indah dan berbuah manis adalah sebuah daya pikat bagi siapapun yang ingin mencintai mereka atau titik lemah bagi orang yang ingin memanfaatkannya. Selig tinggal mengaku sebagai Pangeran dari negeri jauh dan menjanjikan kehidupan bak negeri dongeng pada Rosamund, jika gadis itu mau menciumnya.

Sore itu seekor katak albino yang terkesan terlalu berhati – hati, melompat dengan semangat menuju rumah Rasmus. Katak itu menyusuri dinding rumah – rumah yang dilewatinya sambil berusaha menghindari tatapan (dan terutama injakan kaki) manusia.

Note :

Masih belum dicek. Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s